Peran Teknologi Mengurangi Biaya Operasional Restoran

Peran Teknologi Mengurangi Biaya Operasional Restoran

Biaya operasional merupakan salah satu kunci utama dalam menentukan harga pokok penjualan dalam sebuah industri. Sebab, tidak ada satu pun pengusaha yang akan menjual produknya di bawah BEP (Break Even Point) karena itu artinya mereka tidak akan mendapat keuntungan. Untuk mengatasi masalah tingginya biaya produksi, banyak orang menyarankan untuk menggunakan teknologi seperti aplikasi kasir online

Namun, sebenarnya sebesar apa sih pengaruh kehadiran teknologi dalam mengatasi permasalahan tingginya biaya operasional? Berikut ini pembahasannya.

Pemanfaatan Teknologi Untuk Mengurangi Biaya Operasional

Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu usaha untuk mengurangi biaya operasionalnya. Dengan begitu, mereka bisa menjual produknya dengan harga yang lebih terjangkau. Berikut ini adalah berbagai peran teknologi dalam mengurangi biaya operasional:

  • Mengurangi Human Error

Saat Anda makan di sebuah restoran, mungkin Anda pernah mengalami momen di mana pelayan yang mencatat pesanan Anda melakukan kesalahan pencatatan, sehingga menu yang dibuatkan berbeda dengan yang dipesan. Hal ini tentunya akan menyebabkan kerugian bagi restoran tersebut.

Dengan penggunaan teknologi, maka risiko kesalahan tersebut dapat diminimalisir. Misalnya saja restoran menggunakan aplikasi ESB Order, maka proses pemesanan makanan akan langsung dilakukan oleh konsumen dan masuk ke dalam database restoran. Jadi sangat kecil terjadinya kesalahan pencatatan pesanan.

  • Mengurangi Limbah Makanan dari Makanan Sisa

Salah satu biaya terbesar dari biaya operasional restoran adalah berasal dari limbah makanan. Limbah dari sisa makanan bisa terjadi akibat dari porsi makanan yang terlalu besar atau adanya bahan makanan yang kurang disukai konsumen.

Misalnya sebuah restoran ramen menyajikan menu ramen lengkap dengan topping telur setengah matang dan daun bawang. Padahal tidak semua orang menyukai topping tersebut, tetapi restoran selalu menyajikan dalam paket lengkap untuk setiap konsumen. Maka topping tersebut bisa berakhir menjadi limbah makanan.

Namun, penggunaan teknologi akan membantu pemilik restoran untuk menganalisa menu dan permintaan khusus yang diajukan oleh konsumen, sehingga lebih bisa menentukan jenis makanan, porsi, dan harga yang bisa sesuai keinginan konsumen.

  • Limbah Makanan dari Bahan Baku

Selain dari sisa makanan, ternyata limbah makanan juga bisa berasal dari bahan baku yang tidak digunakan. Baik karena kualitasnya mengalami kerusakan maupun sudah melewati masa pakainya atau kedaluwarsa.

Salah satu penyebab terjadinya masalah ini yaitu, pembelian yang berlebih dibandingkan dengan kebutuhannya. Namun, pemanfaatan teknologi akan membantu mengelola inventori bahan baku yang digunakan, seperti mencatat berapa kebutuhan bulanan suatu bahan tertentu. Dengan begitu, pemilik usaha lebih mudah dalam menentukan jumlah bahan baku yang perlu disimpan.

Untuk mendapatkan manfaat ini dari penggunaan teknologi, maka pemilik usaha harus memerhatikan kualitas dari teknologi yang digunakan. Sebab, penggunaan teknologi seringkali akan membutuhkan modal awal yang lebih besar.  Namun, jika menggunakan teknologi yang tepat, maka modal awal tersebut akan segera kembali dan berubah menjadi keuntungan jangka panjang.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *